![]() |
| Kak Ikbal (Baju ungu) dan salah satu siswa sedang praktik. |
Hari ini, tepatnya pada hari Sabtu adalah jadwal ekstrakulikuler Public Speaking.
Di kelas Publik Speaking, kalian akan diajak untuk belajar berbicara.
Berbicara???
Untuk apa berbicara harus dipelajari ???
Bukan sekedar berbicara omong kosong, namun tetap harus bermakna dan menarik.
Public Speaking adalah keterampilan berbicara di depan umum untuk menyampaikan ide, informasi, atau pesan secara jelas, menarik, dan meyakinkan kepada para pendengar.
Di kelas Public Speaking, para siswa akan diajarkan bagaimana berbicara yang baik dan penuh percaya diri di depan banyak orang. Setiap kata dan kalimat yang diucapkan harus penuh penekanan dan ekspresif.
Materi kali ini adalah belajar tentang "Ekspresi Wajah".
"Adik-adik... setiap gerakan mata, kerutan dahi, senyum dibibir, gelengan ataupun anggukan kepala memiliki arti yang harus sama dengan apa yang kita ucapkan.
Tugas kita yang utama sebagai pembicara adalah meyakinkan mereka!!!
Berbicara dengan wajah tanpa ekspresi akan membuat para pendengar tidak tertarik dengan apa yang kita ucapkan" jelas Kak Ikbal sebagai pelatih kelas Public Speaking.
Anak-anak serentak menganggukan kepala pelan.
"Baik adik-adik, mari kita mulai dengan belajar berekspresi saat salam pembuka" Kak Ikbal memberi arahan sambil membagikan teks bacaan.
"Kak Ikbal contohkan terlebih dahulu yaaa" jelas Kak Ikbal. Suara merdu Kak Ikbal mulai terdengar jelas. Senyum di bibir mulai terbentuk, anggukan kepala dan pandangan mata menyapu seluruh siswa yang ada di dalam kelas.
Anak-anak memperhatikan sambil mengikuti pelan-pelan. Ini semakin menarik!!!
Mata!!!
Mata berperan penting ketika kita berbicara, tatap wajah audiens secara bergantian namun menyeluruh. Seolah kita menganggap kehadiran para audiens itu sangat penting.
Senyum!!!
Senyumlah dalam salam pembukaan, mengartikan kita sangat ramah dan senang menyambut kehadiran audiens.
Mengangguk!!!
Mengangguklah perlahan menyesuaikan isi teks bacaan, seolah kita meyakinkan bahwa apa yang kita ucapkan itu benar-benar tulus dari hati.
"Itulah sebagai contoh dari kakak. Kalian pasti bisa melakukannya" kak Ikbal mulai menyemangati anak-anak.
Satu persatu murid dipanggil ke depan, untuk praktik satu persatu.
Satu dua siswa masih malu-malu dan belajar mencerna setiap arahan kak Ikbal.
1,5 jam berlalu dengan sangat cepat dan mengasyikkan. Para siswa mulai menunjukkan keberaniannya tampil di depan kelas.
"Teruslah berlatih dan sampai jumpa dipertemuan minggu depan" salam penutup dari kak Ikbal.
Kelas ditutup dengan doa selesai belajar, doa keluar kelas dan doa naik kendaraan.
Kata Aamiin mulai menggema terdengar di dalam kelas....
